DAPODIK-Data Pokok Pendidikan

sistem pendataan skala nasional yang terpadu, dan merupakan sumber data utama pendidikan nasional

PIP - Program Indonesia Pintar

Pemberian bantuan tunai pendidikan kepada seluruh anak usia sekolah (6-21 tahun) yang menerima KIP

PMP - Penjamin Mutu Pendidikan

PMP adalah aplikasi Penjamin Mutu Pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf pendidikan di indonesia

K2OPS ( Kelompok Kerja Operator Sekolah )

Di forum ini Semua Anggota K2OPS,KKKS dan Guru saling bertukar Informasi, Ilmu dan lainya

STRUKTUR K2OPS

Kelompok Kerja Sekolah atau biasa disebut dengan K2OPS

TUTUP LAPTOP SEJENAK

Saatnya Tutup Leptop saatnya melihat indahnya Indonesia

SENAYAN PGRI

Persatuan Guru Republik Indonesia adalah organisasi di Indonesia yang anggotanya berprofesi sebagai guru. Organisasi ini didirikan dengan semangat perjuangan para guru pribumi pada zaman Belanda, pada tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).

Wajah K2OPS

sekumpulan individu yang dibekali keahlian IT di Sekolah mulai dari penguasaan dasar-dasar tentang komputer,cara memperbaiki komputer/laptop, menguasai sistem online/internet dan yang paling utama mampu mengurus data-data pendidikan.

Sabtu, 01 Oktober 2016

Mendikbud: Gerakan Pramuka Erat dengan Pendidikan Karakter


Jakarta, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, Gerakan Pramuka erat kaitannya dengan pendidikan karakter. Kegiatan Pramuka di sekolah dapat membentuk kepribadian dan watak siswa yang mandiri, disiplin, memiliki kecakapan hidup, berbudi luhur, dan berkepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai bangsa.
 Hal itu diungkapkan Mendikbud saat pelantikan pengurus Satuan Karya (Saka) Widya Budaya Bakti di Graha Utama Kemendikbud, Jakarta, Kamis (15/9/2016). Mendikbud dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Saka Widya Budaya Bakti Tingkat Nasional Pergantian Antarwaktu, dengan masa bakti 2014-2018.

Anggota Majelis Pembimbing adalah para pejabat eselon 1 Kemendikbud. Khusus untuk Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD dan Dikmas), Harris Iskandar, merangkap jabatan sebagai anggota Majelis Pembimbing sekaligus Ketua Pengurus Pimpinan Saka Widya Budaya Bakti. “Dengan Saka Widya Budaya Bakti, Gerakan Pramuka akan semakin berkualitas dalam membentuk generasi bangsa yang berkarakter,” ujarnya. Mendikbud juga yakin Gerakan Pramuka akan semakin diminati peserta didik.

Karena itu ia berharap setiap kegiatan kepramukaan dapat relevan dengan kondisi anak, menyenangkan, dan bermanfat bagi anak. Mendikbud Muhadjir Effendy dan jajaran pejabat Kemendikbud dilantik menjadi pengurus Saka Widya Budaya Bakti oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault. Saka Widya Budaya Bakti merupakan organisasi pendukung Gerakan Pramuka di bawah binaan Kemendikbud yang memberikan keterampilan khusus di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Pembentukan Satuan Karya Pramuka (Saka) Widya Budaya Bakti ini sebagai wadah pembinaan kaum muda dalam memberikan keterampilan khusus di bidang pendidikan dan kebudayaan, khususnya pendidikan anak usia dini, nonformal dan informal, seni dan film, tradisi, sejarah, nilai budaya, cagar budaya dan museum sebagai salah satu bagian terpenting dalam pembangunan nasional dengan memupuk, mengembangkan, membina dan mengarahkan minat dan bakat generasi muda terhadap peran pendidikan masyarakat dan pelestari budaya bangsa. Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,

Adhyaksa Dault mengatakan, selanjutnya Gerakan Pramuka akan berada di bawah binaan Kemendikbud, tidak lagi di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu mengatakan, berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, institusi pemerintah yang membina Gerakan Pramuka adalah kementerian yang membawahi bidang kepemudaan, yaitu Kemenpora. Karena itu Kwarnas Gerakan Pramuka akan mengajukan usulan perubahan konten UU Nomor 12 tahun 2010 itu. “Saat ini bidang hukum di Kwarnas sedang menyusunnya,” kata Adhyaksa. (Desliana Maulipaksi)

Sumber : http://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2016/09/mendikbud-gerakan-pramuka-erat-dengan-pendidikan-karakter

PRESENTASI HASIL KARYA TULIS

Kesusksesan dalam menyampaikan suatu ide, tentunya bukan hanya lewat tulisan saja. Menggunakan bahasa lisanpun kadang juga diperlukan agar si penerima pesan kita paham dan mengetahui maksud dari ide yang kita punya. Penyampaian dalam hal ini berkaitan dengan namanya presentasi. Tentunya presentasi ini tidak asing lagi bagi kita semua, apaalgi yang berkaitan dengan presentasi untuk menyampaikan hasil karya tulis kita di hadapan publik.

Karya tulis yang kita buat, contohnya hasil dari penelitian dan sejenisnya tentunya perlu untuk dipresentasikan agar maksud yang terkandung dalam tulisan tersebut mudah untuk dipahami dan dimengerti. Didalam presentasi tersebut tentunya kita membutuhkan beberapa persiapan untuk menunjang kesuksesan kita dalam presentasi. Banyak sekali kesuksesan sebuah ide, karya tulis, program ataupun rancangan dan sebaginya yang kita punya tergantung sejauh mana kita berhasil dalam presentasi. Dan bisa dipastikan tidak sepenuhnya sasaran kita akan membaca dan memahami semua ide yang tertuang dalam sebuah tulisan.

Sehubungan dengan presentasi yang dimaksud, maka hal ini berkaitan dengan tugas pendidik dalam mempresentasikan hasil dari sebuah karya tulis berupa penelitian. Tentunya dalam sebuah penelitian, selain hasil yang kita tulis harus ada sebuah pemamaparan dalam bentuk presentasi. Seperti yang disebutkan diatas bahwa presentasi bertujuan untuk memaparkan dan menjelaskan maksud dari tulisan itu agar lebih dipahami dan dimengerti.

Ada beberapa tips untuk sukses dalam presentasi. Tips ini sebenarnya hanyalah sebuah pengalaman dalam mengikuti Forum Ilmiah Guru (FIG). Dimana dalam kegiatan tersebut guru diminta memaparkan dan mempresentasikan hasil karya tulisnya. Beberapa hal yang bisa dilakukan dalam presentasi antara lain :

1.     Persiapkan materi dan bahan yang dipresentasikan.
2.    Buatlah rangkuman secukupnya tentang isi materi yang telah ada. Tidak perlu banyak, cukup mengambil intinya saja sepanjang tidak keluar dari isi tulisan.
3.   Pilihlah dan siapkan software yang tepat dan mudah bagi anda untuk mengoperasikan, jika presentasi itu menggunakan media elektronik berbasis IT seperti halnya Power Point.
4.    Buatlah presentasi semenarik  mungkin dalam beberapa slide kurang lebihnya bisa 5 – 10 slide. Dengan catatan bahwa slide tersebut tidak telalu ramai dengan tulisan dan gambar. Sekali lagi yang terpenting adalah intinya.
5.   Jika sudah selesai, maka pelajari materi tersebut. Terutama yang menyangkut tentang latar belakang masalah yang akan disampaikan, tujuan, teori atau dasar, proses atau metode yang akan dijalankan, kemudian hasil yang dicapai.
6.    Persiapkan diri anda untuk menjawab beberapa pertanyaan dari audience tentang materi yang anda sampaikan.
7.  Tampilah anda dengan tenang, percaya diri dan sopan serta sampaikan dengan suara yang bagus, bahasa yang mudah dimengerti, tidak perlu dengan bahasa yang intelek ala Vicky tentunya. Karena hal itu tentu akan menjerat anda sendiri.
8.    Jangan takut, minder, atau grogi dalam menyampaikan pesan. Apalagi berdiri di depan orang banyak. Percayalah anda yang terbaik. Bukan sombong, akan tetapi sebuah keyakinan juga menentukan keberhasilan anda. Yakinkan audience bahwa materi yang anda sampaikan layak untuk diterima, minimal dipertimbangkan.
9.   Jika presentasi digunakan untuk sebuah lomba, mempertahankan sebuah argumen memang diperlukan, akan tetapi alangkah lebih baiknya jika kita bisa sedikit menerima koreksi dan masukan dari para audience.

Sekali lagi, tentunya tips di atas adalah sebuah pengalaman. Masih banyak tips dan trik yang dapat anda kembangkan sendiri dan lebih bagus. Semoga bermanfaat

@Admin

600 Guru Ikut Gandakan Uang di Padepokan Dimas Kanjeng

600 Guru Ikut Gandakan Uang di Padepokan Dimas Kanjeng


Dimas Kanjeng Taat Pribadi saat dikeler Unit Jatanras Polda Jatim untuk dimintai keterangan di Mapolda Jatim kemarin (28/9). Foto: Dite Surendra/Jawa Pos
NGANJUK – Rupanya, di Nganjuk ada ribuan orang yang menjadi pengikut dan tertarik menggandakan uang di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo.
Lima guru dan kepala sekolah yang menjadi koordinator baru saja menjalani pembinaan di dinas pendidikan, pemuda dan olahraga (disdikpora). 
Sebab, mereka bolos selama hampir tiga bulan dan menetap di padepokan. “Pembinaannya dilakukan minggu lalu,” kata sumber Jawa Pos di disdikpora. 
Informasi yang dihimpun Jawa Pos menyebutkan, di Nganjuk ada sekitar 1.200 orang yang menjadi pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi. 
Di antara ribuan orang itu, sekitar 600 di antaranya berprofesi sebagai guru. 
Lima guru dan kepala sekolah bertindak sebagai koordinator dan menetap di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi sejak Juli lalu. 
“Koordinator utamanya ada satu orang asalnya dari  Rejoso,” lanjut sumber itu. 
Masih menurut sumber Jawa Pos, uang yang digandakan oleh para pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi ini bermacam-macam. Mulai jutaan rupiah hingga ratusan juta rupiah. Selain koordinator yang menetap di padepokan, biasanya para pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi ini mendatangi padepokan di Probolinggo pada Sabtu malam. Selanjutnya, mereka baru pulang ke Nganjuk pada Minggu malam. 
Dikonfirmasi terkait adanya lima guru dan kepala sekolah yang bolos selama puluhan hari dan baru saja menjalani pembinaan di disdikpora, Kepala Disdikpora Nganjuk Widyasti Sidhartini membenarkannya. 
“Sudah kami panggil minggu lalu. Kami beri pengarahan. Minggu ini sudah masuk lagi,” kata Widyasti. 
Dari lima orang yang dipanggil, lanjut Widyasti, awalnya hanya tiga orang saja yang datang. Adapun dua lainnya memenuhi panggilan pada Senin (26/9) lalu. 
“Hari ini (Rabu lalu, Red) sudah masuk seperti biasa,” terang Widyasti. 
Sekretaris Disdikpora Nganjuk Ibnu Hajar menambahkan, selama ini lima guru dan kasek tersebut memang menetap di padepokan. Sehingga, mereka tidak menjalankan kewajibannya mengajar.
Karenanya, kelimanya lantas dipanggil dan diberi pembinaan untuk aktif kembali mengajar.
“Sebelum dibina disdikpora, yang guru sudah dibina kepala sekolahnya. Untuk kasek (kepala sekolah, Red) juga sudah dipanggil UPTD (unit pelaksana teknis dinas di kecamatan, Red),” beber Ibnu. Ditanya tentang adanya ratusan guru di Kabupaten Nganjuk yang menjadi pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Ibnu mengaku sudah mendengar informasi tersebut. 
Meski demikian, dia mengaku tidak tahu jumlah pastinya. “Katanya sekitar itu (600 guru, Red). Tapi, pastinya kami tidak tahu,” tegas Ibnu. 
Demikian juga ketika ditanya tentang besaran uang yang digandakan oleh para guru tersebut.
Menurut Ibnu, disdikpora tidak dalam kapasitas mengurusi hal tersebut. “Kalau yang itu kami tidak tahu,” imbuhnya. 
Lalu, apa yang dilakukan disdikpora agar ke depan para guru tidak terpikat praktik serupa? Ditanya demikian Widyasti mengatakan, pihaknya akan melakukan penguatan spiritual. 
“Semua harus mawas diri. Lebih hati-hati. Tidak mudah terpikat dengan janji-janji yang tidak rasional,” terang Widyasti. (c1/ut)

Sumber : www.jpnn.com