SECANGKIR KOPI UNTUK OPS
"Mas
tolong segera diselesaikan tugas kemarin atau mbak tolong sampean cek data saya
sudah valid atau belum" !. Apakah anda pernah mendengar kata-kata ini? atau
sampean justru termasuk orang yang pernah melontarkan kata-kata ini?. Salah?
tidak, anda yang pernah mendengar atau pernah mengucapkan kalimat ini bukan
berarti anda menjadi tersangka atau anda salah.
Cukup
Cak pendahuluane, kita ngobrol santai saja. Disini kita ngobrol ala warung
kopi, dan mulai dengan yang enteng wae. Banyaknya tuntutan administrasi
disekolah, baik itu perihal sekolah maupun kepentingan bapak ibu guru disekolah
membuat munculnya surat sakti yang terkenal dengan sebutan SK OPS. Dengan
bermodal surat sakti ini, sudah cukup membuat kita untuk jarang atau sangat
jarang bisa mengajar di kelas yang merupakan tugas pokok bagi kita. Ketika guru
lain sampai disekolah bisa langsung menyiapkan kegiatan pembelajaran
dikelasnya, sedangkan OPS yang sebenarnya juga guru dengan tupoksinya adalah
mengajar akan sangat sulit bisa maksimal mengajar dikelasnya (jika OPS adalah
guru kelas) karena biasanya begitu sampai sekolah akan banyak
pekerjaan-pekerjaan administrasi sekolah. Bahkan ketika berkumpul dengan
teman-teman operator sekolah yang lain, sering muncul candaan " masih
ingat cara mengajar di kelas bro?" yang menandakan seringnya intensitas
bertatap muka dengan leptop maupun komputer di kantor daripada bertatap muka
dengan murid-murid dikelasnya. Belum lagi jika ada teman guru yang meminta
bantuan OPS untuk mengerjakan tugas individunya sebagai PTK, mau bilang iya
tapi resiko tidak masuk kelas dan mau bilang tidak dengan resiko pasti dibilang
tidak mau membantu. Ujung-ujungnya ... saya yakin anda pasti akan bilang iya,
meski berat hati karena sekali lagi ini bukan tugas OPS tetapi ketika itu adaah
tugas individu dari para guru tersebut.
Bayangkan
saja pemirsah, teman-teman guru ketika pulang dari sekolah maka mereka bisa
meluangkan waktu sepenuhnya untuk keluarga mereka. OPS? yakin kalau anda
sebagai OPS bisa terlepas dari pekerjaan ketika anda sampai di rumah? saya kira
jawabanya adalah tidak. Karena biasanya
waktu malam hari adalah waktu yang paling mudah untuk terhubung dengan jaringan
internet, terlebih jika tinggal di tempat yang sinyalnya agak kemayu. Contohnya
saja, ketika menulis coretan-coretan inipun sambil chat dengan teman-teman OPS
terkait tugas yang sedang viral di
dunia peroperatoran.hehehe
Mungkin
apa yang tertulis ini tidak akan pernah cukup untuk menceritakan apa yang sudah
dirasakan oleh teman-teman OPS, bahkan masih sangat jauh dari kata mendekati
sekalipun. Setelah sesi curhat, mari kita obrolkan apa yang menjadi nilai
positif bagi guru yang mendapat tugas tambahan sebagai operator sekolah. Insentif,
ya operator memang mendapat insentif dari sekolah walaupun jika dihitung dari
nominalnya tentu belum sesuai (lha piye
cak, pas lembur gawe tuku rokok karo kopi wae kadang iso kurang jeh) dan
semoga kedepanya pihak terkait akan memperhatikan perihal ini. Selain itu,
kekompakan atau eratnya persahabatan antar operator sekolah tentu menjadi suatu
keuntungan tersendiri, lebih dari nominal yang bisa kita sebutkan. Bertambah
banyakya teman sejawat menjadi penyemangat tersendiri bagi operator sekolah
untuk terus memenuhi tugas-tugasnya maupun menemukan cara yang lebih mudah
untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Ada juga, setelah menjadi operator sekolah
secara tidak sadar akan membentuk seseorang untuk terus belajar IT maupun pakem-pakem
yang berkaitan dengan administrasi. Maka bukanlah berlebihan jika operator sekolah
menjadi lebih tanggap terkait hal-hal baru yang berkaitan dengan informasi terupdate. Operator sekolah juga akan
menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih berempati dengan sesama, karena yang
kita pikirkan bukan hanya menyelesaikan kepentingan kita tetapi untuk
kepentingan bersama. Semoga apa yang teman-teman operator kerjakan menjadi
penyebab dari bertambahnya amal ibadah kita serta menjadi lancarnya segala
urusan kita, ngunu a cak..
Terakhir
cak, mungkin ini adalah saran atau ide dari penulis yang siapa tahu bisa sampai
atau terbaca oleh pemangku kebijakan dalam dunia pendidikan. Alangkah bijaknya
jika di sekolah dasar mempunyai tenaga administrasi khusus sebagai operator
sekolah yang bukan berasal dari guru atau pengajar. Sehingga peran guru ataupun
pengajar bisa maksimal dalam menjalankan tupoksinya untuk mencerdaskan generasi
penerus Bangsa.
( Ditulis oleh : anynomous, )