DAPODIK-Data Pokok Pendidikan

sistem pendataan skala nasional yang terpadu, dan merupakan sumber data utama pendidikan nasional

PIP - Program Indonesia Pintar

Pemberian bantuan tunai pendidikan kepada seluruh anak usia sekolah (6-21 tahun) yang menerima KIP

PMP - Penjamin Mutu Pendidikan

PMP adalah aplikasi Penjamin Mutu Pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf pendidikan di indonesia

K2OPS ( Kelompok Kerja Operator Sekolah )

Di forum ini Semua Anggota K2OPS,KKKS dan Guru saling bertukar Informasi, Ilmu dan lainya

STRUKTUR K2OPS

Kelompok Kerja Sekolah atau biasa disebut dengan K2OPS

TUTUP LAPTOP SEJENAK

Saatnya Tutup Leptop saatnya melihat indahnya Indonesia

SENAYAN PGRI

Persatuan Guru Republik Indonesia adalah organisasi di Indonesia yang anggotanya berprofesi sebagai guru. Organisasi ini didirikan dengan semangat perjuangan para guru pribumi pada zaman Belanda, pada tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).

Wajah K2OPS

sekumpulan individu yang dibekali keahlian IT di Sekolah mulai dari penguasaan dasar-dasar tentang komputer,cara memperbaiki komputer/laptop, menguasai sistem online/internet dan yang paling utama mampu mengurus data-data pendidikan.

Senin, 03 Oktober 2016

Perubahan Sosial itu Bermula dari Keluarga

SAHABAT KELUARGA- Mengapa kenakalan remaja, perilaku menyimpang, dan kriminalitas yang pelakunya remaja terus meningkat?
Praktisi pendidikan keluarga, Melly Kiong, menilai, semua itu disebabkan terjadinya perubahan sosial---yang merupakan keniscayaan---namun masalahnya perubahan sosial itu mengarah pada hal yang tidak baik, yakni hilangnya acuan antara perbuatan yang baik dan yang tidak baik.
Menurut Melly, perubahan sosial sejatinya dimulai dari keluarga. Sebab pembentukan karakter anak dimulai dari rumah, lingkungan sekitar beserta orang-orang yang selalu bersama dengan anak-anak.
Karenanya, menurut dia, orang tua memiliki peran besar untuk mengasuh anak-anaknya agar bertumbuh menjadi pribadi-pribadi unggul. Karena itu dapat dikatakan jika terjadi perubahan sosial yang mengarah pada hal-hal yang buruk, maka orang tua perlu mendapat pendidikan pengasuhan yang benar.
“Perlu ada pendidikan anak bagi orang tua, khususnya bagi ibu-ibu yang ada di rumah maupun yang ada di ranah publik. Sebab ibu merupakan agent of change utama keluarga. Sayangnya pendidikan bagi orang tua di Indonesia belum ada. Karena itu pendidikan anak bagi orang tua harus digalakkan oleh pemerintah di Indonesia,” kata Melly Kiong seperti yang dikutip Sahabat Keluarga dari portal beritasatu.com.
Hal itu dikatakan Melly dalam Diskusi Panel Serial ke-14 “Membangun Budaya dan Nilai Keindonesiaan demi Masa Depan Bangsa”, dengan tema: “Penanaman Nilai Keindonesiaan”, yang digelar Yayasan Suluh Nuswantara Bhakti (YSNB) di Jakata, Sabtu (1/10).
Selain Melly, juga hadir pembicara Teriska Rahardjo, Med–Praktisi Pendidikan Formal dan Informal, serta Taufik Bahaudin–Praktisi Neuroscience..
Menurut Teriska Rahardjo, pendidikan merupakan kunci utama guna menumbuh-kembangkan karakter anak bangsa menjadi lebih baik, sehingga ketegangan antar generasi dan kerancuan nilai, menjadi tidak ada.
Namun pendidikan tersebut, harus dilakukan secara terus menerus agar cepat terinternalisasi, sehingga memerlukan konsistensi peran pemerintah dalam melaksanakannya.
“Keberhasilan pelaksanaan internalisasi pendidikan karakter dan nilai-nilai kebangsaan melalui sistem pendidikan di Indonesia akan tergantung kepada masyarakat pemakai output sekolah formal, non formal maupun informal, khususnya juga tergantung kepada konsistensi pemerintah dalam menggunakan, mensosialisasikan dan konsisten merubah kurikulum berbasis perubahan jaman dengan proses belajarnya secara holistic”, kata Teriska Rahardjo.
Sedangkan Taufik Bahaudin mengatakan, Indonesia saat ini perlu membangun shared-meaning dan shared-vision yaitu kesepakatan kesamaan nilai-nilai sebelum melakukan perubahan.
Menurutnya, hanya pemimpin nasional yang mampu melakukan perubahan apalagi transformasi, sebab kualitas perubahan ditentukan oleh kualitas kepemimpinan. “Karena itu kini diperlukan need, komitmen spiritual, kerja keras, konsisten, persisten, dan kegigihan dari masyarakat untuk mencari pemimpin yang memiliki kualitas leadership”, kata Taufik Bahaudin.Yanuar Jatnika
Link Cerita / dongeng untuk anak : 


Jurnalis NetTV Dianiaya Oknum TNI di Madiun

Oknum TNI itu tak terima aksi pemukulan terhadap warga direkam

Jurnalis NetTV Dianiaya Oknum TNI di Madiun
Jurnalis NetTV di Madiun, Sony Misdanto, jadi korban penganiayaan

Jurnalis NetTV di Madiun, Jawa Timur, Sony Misdanto, menjadi korban kekerasan oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat meliput kericuhan antara sejumlah anggota TNI AD dengan peserta konvoi Sura Agung di depan Markas TNI AD di Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu, 2 Oktober 2016. Sony menderita luka dan kameranya rusak.
Sony menceritakan, waktu itu dia hendak pulang mengendarai sepeda motor usai meliput bangunan minimarket yang roboh. Sesampai ditraffick light depan Markas TNI AD, rombongan konvoi Sura Agung dari sebuah perguruan silat itu menabrak kendaraan yang ditunggangi seorang ibu.
"Saya pulang berbarengan dengan rombongan arak-arakan Sura Agung sebuah perguruan. Arak-arakan itu menabrak ibu-ibu pengendara yang berhenti di lampu merah. Spontan saya ambil kamera untuk ambil gambar momen kecelakaan itu," kata Sony dihubungi VIVA.co.id beberapa saat yang lalu.
"Kemudian anggota TNI dan polisi lari mengamankan kecelakaan itu, warga juga ada yang datang. Tiba-tiba ada anggota TNI yang memukul anggota arak-arakan, karena sebelumnya juga ada arak-arakan yang menabrak anggota," lanjut Sony.
Sony juga mengambil gambar ketika oknum anggota memukuli peserta konvoi.
"Lalu dari belakang ada anggota merangkul saya. Saya ditanya, 'Kamu siapa?', saya bilang wartawan NetTV sambil menunjukkan kartu pers. Saya lalu dibawa ke Pospam (pos pengamanan)," ujarnya.
Di Pospam, petugas meminta Sony agar menghapus gambar pemukulan anggota ke peserta konvoi. Dia juga dimintai keterangan serupa interogasi.
"Anggota makin banyak marah-marah dan sebagainya. Tiba-tiba ada yang mukul helm saya pakai besi. Seketika keadaan gelap. Ada juga yang mukul kena pipi, dan tendangan dari belakang," ujar Sony.
Tak berapa lama kemudian, petugas Provost mengamankannya ke rumah warga. Dia lalu dibawa ke Datasemen Polisi Militer (Denpom) Madiun.
"Karena saya merasa pusing, saya minta diantar ke rumah sakit. Diantar oleh Komandan 501 (Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha) dan Wakapolres," ujarnya.
Akibat pemukulan itu, Sony mengaku mengalami luka lebam di bagian wajah. Peralatan liputannya berupa kamera juga rusak parah.
"Pak Dandim sudah menemui saya. Dandim sudah meminta maaf dan beliau menyampaikan bahwa kejadian itu karena ada kesalahpahaman," katanya.
Terpisah, Komandan Distrik Militer (Kodim) 0803/Madiun, Letnan Kolonel Infantri Rahman Fikri, mengatakan bahwa insiden pemukulan wartawan tersebut akibat kesalahpahaman antara anak buahnya dengan korban di lapangan. Kebetulan, saat kejadian kondisi konvoi Sura Agung memanas.
"Saya berharap masalah ini bisa diselesaikan baik-baik," ujarnya.
Sumber : http://nasional.news.viva.co.id/