Rabu, 26 Oktober 2016

SECANGKIR KOPI UNTUK OPS

SECANGKIR KOPI UNTUK OPS

         
  "Mas tolong segera diselesaikan tugas kemarin atau mbak tolong sampean cek data saya sudah valid atau belum" !. Apakah anda pernah mendengar kata-kata ini? atau sampean justru termasuk orang yang pernah melontarkan kata-kata ini?. Salah? tidak, anda yang pernah mendengar atau pernah mengucapkan kalimat ini bukan berarti anda menjadi tersangka atau anda salah.
            Cukup Cak pendahuluane, kita ngobrol santai saja. Disini kita ngobrol ala warung kopi, dan mulai dengan yang enteng wae. Banyaknya tuntutan administrasi disekolah, baik itu perihal sekolah maupun kepentingan bapak ibu guru disekolah membuat munculnya surat sakti yang terkenal dengan sebutan SK OPS. Dengan bermodal surat sakti ini, sudah cukup membuat kita untuk jarang atau sangat jarang bisa mengajar di kelas yang merupakan tugas pokok bagi kita. Ketika guru lain sampai disekolah bisa langsung menyiapkan kegiatan pembelajaran dikelasnya, sedangkan OPS yang sebenarnya juga guru dengan tupoksinya adalah mengajar akan sangat sulit bisa maksimal mengajar dikelasnya (jika OPS adalah guru kelas) karena biasanya begitu sampai sekolah akan banyak pekerjaan-pekerjaan administrasi sekolah. Bahkan ketika berkumpul dengan teman-teman operator sekolah yang lain, sering muncul candaan " masih ingat cara mengajar di kelas bro?" yang menandakan seringnya intensitas bertatap muka dengan leptop maupun komputer di kantor daripada bertatap muka dengan murid-murid dikelasnya. Belum lagi jika ada teman guru yang meminta bantuan OPS untuk mengerjakan tugas individunya sebagai PTK, mau bilang iya tapi resiko tidak masuk kelas dan mau bilang tidak dengan resiko pasti dibilang tidak mau membantu. Ujung-ujungnya ... saya yakin anda pasti akan bilang iya, meski berat hati karena sekali lagi ini bukan tugas OPS tetapi ketika itu adaah tugas individu dari para guru tersebut.
            Bayangkan saja pemirsah, teman-teman guru ketika pulang dari sekolah maka mereka bisa meluangkan waktu sepenuhnya untuk keluarga mereka. OPS? yakin kalau anda sebagai OPS bisa terlepas dari pekerjaan ketika anda sampai di rumah? saya kira jawabanya adalah tidak.  Karena biasanya waktu malam hari adalah waktu yang paling mudah untuk terhubung dengan jaringan internet, terlebih jika tinggal di tempat yang sinyalnya agak kemayu. Contohnya saja, ketika menulis coretan-coretan inipun sambil chat dengan teman-teman OPS terkait tugas yang sedang viral di dunia peroperatoran.hehehe
            Mungkin apa yang tertulis ini tidak akan pernah cukup untuk menceritakan apa yang sudah dirasakan oleh teman-teman OPS, bahkan masih sangat jauh dari kata mendekati sekalipun. Setelah sesi curhat, mari kita obrolkan apa yang menjadi nilai positif bagi guru yang mendapat tugas tambahan sebagai operator sekolah. Insentif, ya operator memang mendapat insentif dari sekolah walaupun jika dihitung dari nominalnya tentu belum sesuai (lha piye cak, pas lembur gawe tuku rokok karo kopi wae kadang iso kurang jeh) dan semoga kedepanya pihak terkait akan memperhatikan perihal ini. Selain itu, kekompakan atau eratnya persahabatan antar operator sekolah tentu menjadi suatu keuntungan tersendiri, lebih dari nominal yang bisa kita sebutkan. Bertambah banyakya teman sejawat menjadi penyemangat tersendiri bagi operator sekolah untuk terus memenuhi tugas-tugasnya maupun menemukan cara yang lebih mudah untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Ada juga, setelah menjadi operator sekolah secara tidak sadar akan membentuk seseorang untuk terus belajar IT maupun pakem-pakem yang berkaitan dengan administrasi. Maka bukanlah berlebihan jika operator sekolah menjadi lebih tanggap terkait hal-hal baru yang berkaitan dengan informasi terupdate. Operator sekolah juga akan menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih berempati dengan sesama, karena yang kita pikirkan bukan hanya menyelesaikan kepentingan kita tetapi untuk kepentingan bersama. Semoga apa yang teman-teman operator kerjakan menjadi penyebab dari bertambahnya amal ibadah kita serta menjadi lancarnya segala urusan kita, ngunu a cak..
            Terakhir cak, mungkin ini adalah saran atau ide dari penulis yang siapa tahu bisa sampai atau terbaca oleh pemangku kebijakan dalam dunia pendidikan. Alangkah bijaknya jika di sekolah dasar mempunyai tenaga administrasi khusus sebagai operator sekolah yang bukan berasal dari guru atau pengajar. Sehingga peran guru ataupun pengajar bisa maksimal dalam menjalankan tupoksinya untuk mencerdaskan generasi penerus Bangsa. 

( Ditulis oleh : anynomous, )

0 komentar: