Minggu, 23 Oktober 2016

MENJADI PENDIDIK INSPIRATIF DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

 DISAMPAIKAN PADA ACARA SEMINAR
DALAM RANGKA UPACARA PENYERAHAN IJASAH
UPBJJ-UT SURABAYA

Oleh

Prof. Dr. Mustaji, M.Pd.
Pembantu Dekan I FIP UNESA

=======================================================================



MENJADI GURU INSPIRATIF :

Menjadikan 3 sasaran bidang garap pendidikan (kognitif, afektif, dan psikomotorik) berkembang secara optimal


Menciptakan pembelajaran yang mengakui dan menghargai kecerdasan anak yang berbeda-beda (multiple intelligence) 

Menjalani proses pembelajaran dengan menyesuaikan gaya mengajar guru dengan gaya belajar siswa

Memfokuskan proses pembelajaran pada aktivitas siswa, bukan pada aktivitas guru, melalui komunikasi dialogis

Memfokuskan proses pembelajaran pada penguatan kemampuan (ability) siswa, bukan pada ketidakmampuan (disability) siswa

Melaksaakan Proses Pembelajaran: Interaktif , Inspiratif, Menyenangkan, Menantang, Memotivasi ( I2M3 )

---------------------------------------------------------------------------------------

SISWA KITA HARI INI :

Millennials, atau Generasi Dijital, nama yang diberikan kepada orang yang lahir setelah 1982. Anak-anak adalah penduduk asli dunia maya, orang dewasa imigran (Douglas Rushkoff )

-------------------------------------------------------------
SISWA ERA TIK VS ORANG DEWASA :
Penduduk asli dunia maya: siswa abad 21 memandang dunia digital sbg dunia mereka. Mereka terlahir “native speakers” dg Komputer, telpon genggam, video games, kamera dijital, pemutar musik digital
Imigran dunia maya : Orang dewasa memandang dunia digital sebagai dunia asing. Mencetak email untuk dibaca (bahkan minta sekretaris melakukannya)
--------------------------------------------------------------------------------------
Sumber : http://surabaya.ut.ac.id/index.php/search-result/306-upi-2016-2
Materi lengkap dapat di unduh : 

0 komentar: